Skip to content

Iran Siap Memulai Perundingan Nuklir

March 29, 2012

Berita internasional terkini, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu Rabu mengatakan baik Uni Eropa dan Iran telah menyatakan kesiapan mereka untuk melanjutkan perundingan-perundingan mengenai masalah nuklir.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen di Brussels Rabu malam, menteri Turki mengatakan ia telah melakukan kontak-kontak terbaru dengan para pejabat Iran dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton dan bahwa “kedua pihak menyatakan niat untuk bertemu dan memulai kembali perundingan-perundingan.”

“Tentu saja, terserah kepada kedua pihak untuk memutuskan, tetapi sejauh Turki pahami, kami akan senang menjadi tuan rumah putaran baru perundingan-perundingan itu,” katanya.

Pada Kamis, kata Davutolgou, “Saya akan bertemu dengan rekan saya dari Iran Ali Akbar Salehi di Ankara untuk membahas masalah ini.”

“Kami berharap perundingan ini akan menciptakan hasil yang positif dan perhatian internasional yang penting agar masalah ini diselesaikan secara menyeluruh,” tambahnya.

Pembicaraan nuklir terakhir antara Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB – AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China, bersama dengan Jerman (5+1) diadakan di Istanbul sekitar setahun lalu, namun tidak ada kemajuan.

Menurut sumber-sumber Iran, perunding tinggi Iran Saeed Jalili telah mengatakan kepada Uni Eropa dalam surat jawaban kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, bahwa Teheran siap untuk mengadakan pembicaraan nuklir terbaru, tapi tidak akan menarik mundur hak-haknya dalam pembicaraan-pembicaraan dengan Barat.

Surat tertanggal 6 September itu menambahkan bahwa “Republik Islam Iran percaya bahwa perundingan hanya satu-satunya cara untuk menghapus kesalahpahaman yang ada di semua bidang.”

Jalili berbicara tentang perlunya “mencapai solusi yang komprehensif, jangka panjang dan dibicarakan oleh kedua pihak. Tetapi ia juga mengatakan tindakan apapun yang akan mengakibatkan perampasan hak-hak negara, termasuk bangsa Iran, adalah tidak dapat diterima.

“Dalam satu surat kepada Iran pada Juli, Ashton mengumumkan kesediaan kekuatan dunia itu “untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran tentang program nuklir damainya.”

Washington dan sekutu Baratnya menuduh Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir dengan kedok program nuklir sipil, sementara mereka tidak pernah menyajikan bukti nyata untuk mendukung tuduhan mereka. Iran membantah tuduhan-tuduhan itu dan bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai belaka.

Teheran menekankan bahwa negara selalu mengejar jalur sipil untuk memberikan kelistrikan karena meningkatnya jumlah penduduk Iran, sebab pada akhirnya bahan bakar fosil akan kering.

Meskipun aturan yang tercantum dalam Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) memberikan hak setiap negara anggota, termasuk Iran, hak untuk melakukan pengayaan uranium, namun Teheran kini dikenai empat putaran sanksi Dewan Keamanan PBB karena menolak seruan Barat menyerahkan hak atas pengayaan uraniumnya.

Teheran telah menolak tuntutan Barat sebagai cemaran politik dan tidak logis. Teheran menandaskan bahwa sanksi-sanksi dan tekanan seperti itu hanya mengkonsolidasikan secara nasional rakyat Iran untuk memutuskan melanjutkan program.

Perkuat Hubungan Ekonomi Dengan Iran

Kementerian lingkungan hidup Turki menyatakan negaranya bertekad untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Iran dan negara-negara kawasan lainnya, kata kantor berita semi-resmi Anatolia pada Rabu.

Pernyataan kementerian tersebut dikeluarkan setelah pertemuan tertutup antara Menteri Lingkungan Hidup dan Urbanisasi Turki Erdogan Bayraktar dan tamunya Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi pada Rabu petang.

Turki dan Iran berencana untuk bersama-sama mendirikan peta-jalan baru dalam berbagai bidang dengan fokus khusus pada hubungan ekonomi dan perdagangan, kata kementerian lingkungan.

Kementerian menambahkan bahwa perdagangan antara kedua negara mencapai 10,7 miliar dolar AS pada tahun 2010 dan 14,9 miliar dolar AS dalam pertama 11 bulan tahun 2011.

Sebelumnya pada Rabu sore, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengadakan pembicaraan dengan menteri luar negeri Iran.

Satu konferensi pers yang dihadiri oleh Salehi dan para pejabat Turki diselenggarakan pada Kamis sore. Menurut jadwal, Salehi juga akan bertemu dengan Presiden Turki Abdullah Gul di Ankara pada Kamis.

Kantor berita Anatolia mengutip sumber yang dekat dengan perdana menteri mengatakan, Erdogan dan Salehi membahas isu-isu regional termasuk program nuklir Iran, situasi di Irak dan Suriah, serta hubungan bilateral.

Setelah kedatangannya di Ankara pada Rabu, Salehi mengatakan pembicaraan mengenai program nuklir Iran bisa diadakan di kota Istanbul Turki.

Menteri luar negeri mengatakan kepada wartawan di bandara, bahwa tanggal untuk perundingan nuklir antara Iran dan G5 +1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman) akan ditentukan segera.

Sumber : beritasore.com

View the original article here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: